bias terkapar melewati jendela hati
pupusnya merona di atas dahan patah
coba memayungi segigit lentik mata
mungkin aku benar untuk katakan cinta
bukankah di lautan lepas aku berteriak…
lepas aku mau ke sana
berdecak riak pasang ombak
tapi aku tahu pasti dia akan menyapuku
sesungguhnya aku melihat karena ada sinar
aku silau diterangi cinta
ketika air menetas
bukankah haru birunya diatas derita
tapi bahagianya mengharukan jiwa
deritanya dalam cinta
cintanya dalam derita
yang payau diantara keduanya
hanya nurani harus biasa mendua
derita adalah bahagianya cinta
kalau tanpanya semua tampak biasa
benarkah aku bergelut diantara deritanya cinta
bergemul dalam cintanya derita
24 feb 09
1+03Zz

Tidak ada komentar:
Posting Komentar