bertanya separo hati
tapi tak kuasa menghujam
ditonggak-tonggak lama kami tersakiti
ditangan kotor terampas
yang malang aku tetap malang
lalu peduli apa semua
cukup harapkah menelan gerimis asin airmata
cukup kuat menelan pedas lombok dari yang dikata
saatnya aku ingin keluar
dari dunia hukum rimba
liar nan brutal
makanan yang mentah tak berasa
tapi pasti bukan air telaga yang begitu segar
membuatku tak bisa rindukan negriku
tak bisa banggakan aku
ibu pertiwiku kini tinggalkan negeriku
dilanda ombang ambing pemimpin
dihinggapi ribuan malapetaka terlaknat
ibu pertiwi dipanguannya kami merindu
dibawah tiang-tiang yang sudah tak gunakan merah putih
tak ada lambang sejatinya ibu pertiwi
kandas sudah harapanmu ibu
luluh lantak diberkahi generasi dungu
lalu buat apa kau merdekakan kami 45 itu
simboliskah ibu
laknatmukah ibu
24 feb 09
1+03Zz

Tidak ada komentar:
Posting Komentar