Selasa, 24 Februari 2009

HALAMAN PERTAMA

yang kusebut pagi itu mentari
kutemui di halam pertama ku buka jemari
bersenandung di balik pagi bertebaran siul menggugah
semarakkan fajar yang mulai tenggelam
pergi berganti mentari
kehilangannya tapi aku begitu senang
karena halaman pertama untuk berlomba

titisan mengilhamiku di sisa malam
karena bayangan bulan masih terlihat abu abu ada
dia menarik matahari mengintip menggantikan
tetap memperhatikan tak mungkin bisa sinarnya kutanya
kau tahu aku silau setengah tergugah

nuansanya subuh nan segar tampak dikotori
daun daun rontok
sampah sampah terusik semalam karena tikus lorong
harus siap kusapu
siap kulalui halaman pertamaku

LAKNAT IBU PERTIWI

bertanya separo hati
tapi tak kuasa menghujam
ditonggak-tonggak lama kami tersakiti
ditangan kotor terampas
yang malang aku tetap malang
lalu peduli apa semua
cukup harapkah menelan gerimis asin airmata
cukup kuat menelan pedas lombok dari yang dikata

saatnya aku ingin keluar
dari dunia hukum rimba
liar nan brutal
makanan yang mentah tak berasa
tapi pasti bukan air telaga yang begitu segar
membuatku tak bisa rindukan negriku
tak bisa banggakan aku
ibu pertiwiku kini tinggalkan negeriku
dilanda ombang ambing pemimpin
dihinggapi ribuan malapetaka terlaknat
ibu pertiwi dipanguannya kami merindu
dibawah tiang-tiang yang sudah tak gunakan merah putih
tak ada lambang sejatinya ibu pertiwi
kandas sudah harapanmu ibu
luluh lantak diberkahi generasi dungu
lalu buat apa kau merdekakan kami 45 itu
simboliskah ibu
laknatmukah ibu

24 feb 09
1+03Zz

TAPI AKU INGIN MENYAPA

kaidahnya memanggil tapi aku tak berani berjabat
bukan dia yang menatap
tapi hilangnya pasti meratap
kuungkit masa yang sudah sudah
maka aku tak begitu lupa
kehilangan sama dengan nyawa yang meregang
lalu degup berhamburan kala aku menyapa

tapi aku ingin menyapa
bolehkan hatiku terisi untuk kesekian kali
bukankah kesempatanku punya
pertaruhanku nyali melanda
terjatuh lagi tak kan puaskah

lalu semburat kemana mana
warna warninya nestapa

kuhela panjang masih cukup terngiang
seolah panutanku berkaca
kujabat lalu pergi bagaimana
kusebut biar bayu mengiringi
takutku lebih jago untuk menangkis

tapi terus bingung terhitung
sambil menunjuk kancing baju
jadikah aku menjadi nyata untukmu

24 feb 09
1+03Zz

MUNCULNYA DERITA DALAM CINTA

bias terkapar melewati jendela hati
pupusnya merona di atas dahan patah
coba memayungi segigit lentik mata
mungkin aku benar untuk katakan cinta

bukankah di lautan lepas aku berteriak…
lepas aku mau ke sana
berdecak riak pasang ombak
tapi aku tahu pasti dia akan menyapuku
sesungguhnya aku melihat karena ada sinar
aku silau diterangi cinta
ketika air menetas
bukankah haru birunya diatas derita
tapi bahagianya mengharukan jiwa
deritanya dalam cinta
cintanya dalam derita
yang payau diantara keduanya
hanya nurani harus biasa mendua
derita adalah bahagianya cinta
kalau tanpanya semua tampak biasa
benarkah aku bergelut diantara deritanya cinta
bergemul dalam cintanya derita

24 feb 09
1+03Zz

SAUTAN MEMUDAR

ada yang terbangun di antara sawah ladang
sautan-sautannya semakin meninggi
di antara kelopak mekar menari…
tapi sayangnya seliut mataku terpejam
sambil meraba…mencari tahu…
dimana sembunyi terbirit tertinggal
lamunanku henyak dari sini
lalu mencoba terbang
tapi aku tak akan bisa mengejar..
hilang…aku bilang hilang
genderang telingaku menghentikan pantulan gelombangnya
lalu pergi senyap kini
seretan gemerisik langkahku diantara semak
tetap terpukau pada nyanyian
yang tak bisa aku dengar lagi mungkin
tapi…benarkah aku akan kehilangannya suaranya lagi…
menebas pudar bayangannya
lalu aku kembali terpejam

24 feb 09
1+03Zz

JADIKAN AKU KEKASIHMU

hidup sejuta bayangan
yang kian jadi misteri
untuk setiap insan yang tak kenal
siapa dirinya sesungguhnya...
Maka harapanku
jangan jauh kan ku dengan nikmatMu Allah...
tetap kasihilah sebagai kekasihMu

yang merenungi tiap malam...
yang tak henti menghitung2 dosa..
akulah...
akulah...
yang menginginkan...

24 feb 09
1+03Zz

Rabu, 18 Februari 2009

dusun yang tak kukenal

mengasyikan sungguh...betapa malam...
bersenandung di atas senjanya
dibawah permadani singgah sananya menyentuh pori-pori hati
di sinilah tempat yang tiada aku temui sebelumnya
yang singgah tapi tak bisa kutinggalkan

mungkinkah senyapnya dan kunang-kunang
ataw hawa dinginnya mendesir di dusun yang aku tak kenali
di sepanjang aku temui
hanyalah keindahan
di segelintir nyaliku pekat dalam malam
di mana keinginanku berbagi
alamlah bernyanyi
di dusun yang tak kukenal
tapi senyaman di depan sebuah perapian
yang menghangatkan tengkuk berlapis bulu

19 feb 09
1+03Zz

benarkah aku adalah kamu

benarkah aku adalah kamu?
yang menyandang malam berbintang
di balik selip kesalku
menunggumu...
benarkah aku adalah kamu
tak meninggalkan bekas langkahmu
meninggalkanku
di senyap bertaburan
di sepanjang lorong yang pengap
lorong yang tanpa asaku
benarkah hiruk pikukmu ku dengar...
takkan bisa bahkan
menyentuhmu dikejauhanlah yang aku bisa

19 feb 09
1+03Zz

apa yang salah

apa yang salah ketika dalam bumi aku berkiprah
tak satu jua menekan di atas kemenangan
secuil harapan yang terbuang dalam kehausan
diman lalu aku bisa tenggak...
airnya yang meresapi lubang dalam urat nadi
yang biasnya aku rasakan sampai mati...
kapan hidup berjalan ketika aku terhenti..
bisakah kutanyakan apa yang salah..
karena saat yang tak ku suka lebih lama mengitari...
terlilit aku dibuatnya menjadi sekeping yang tak guna..

lantas seperti apa akan aku buat...
tetap kosong untuk terus berambisi
atau sekedar berhenti sesaat lalu berlari lagi...

19 feb 09
1+03Zz

Sabtu, 14 Februari 2009

KAMUKAH CINTA…?

menggenggamku karena cinta
dalam pikir yang menggelayuti
dimana bertumbuhan sekar yang membiru
di perapian tungku yang membara
dihiasakan di atas kaca hati
bersama cerita tertoreh lewat pena bulu

cerita dalam keberuntungan…
masihkah akan berada dipihakku..
mungkin lenyap ketika sang bayu memintanya
merampas sudah sebagian hatiku

lalu beterbangan angkasa…
lalu selirih…mengepak…
juntaian sayapnya menebas seluruh mata
membisikkan …
kamukah cinta…?

07 feb 09
1+03Zz

BERTANYA SEPARO HATI

boleh saja terhenti dan kau akan merana
sipakah yang menjadi merana kini
bukan aku dalam ceritamu
lenyap dan aku siap gadaikan…
biar lepas
biar terus menghujam
tapi aku akan terus terpukul
layu…menggelayuti…
benarkah merogoh hatiku sedalam mempora-porandakannya sekalian
lalu terhempas tak karuan..

enak saja berkata lantang
lalu siapa yang tak bisa bicara
sebersih mana orang membakarnya sehangus-hangusnya
akukah yang tak punya
di mana pergi meminta…

bukan kedua kalinya aku akan hilang…
bukan ke empat kalinya aku bertahan
tapi ketika telah genap yang tersiksa…
aku akan hantamkannya selenyap yang kubisa
buat apa cinta bersimpuh..
kalau banyak yang berserah
buang kemana lalu
tak ada yang menampungnya…
tak percayakan lagi..
habis hatiku terkikis
habis air mata terkuras…
sumur-sumur kosong takkan kumerintihkan lagi

biarkan saja
apakah memang tandus…
atau masih ada lagi yang menjamahi…

07 feb 09
1+03Zz

Senin, 09 Februari 2009

SIAPA AKU TANPAMU


KENIKMATAN CINTANYA…BAGAI..DAHAGA
YANG TAKKAN PUTUS KUTENGGAK SEPANJANG MASA
LINTASAN TAKDIRNYA BERGEMURUH MENYERUAKAN TANYA
TAKKAN ADA JAWAB HINGGA WAKTUNYA

CINTANYA YANG SEUTUH TANPA BISA TERBELAH
BEGITU DAHSYAT MENYAYAT HATI YANG LUMPUH
TELAH DIBERIKAN TANPA SYARAT..
DI BUMIMU KIAN ALAM BERSUJUD
DI ANTARA MALAM MALAM PENGHUJAN
DOAKUKAH YANG TERUS TERKABUL
DI SISA SISA HARAP KIAN AKU YANG MENANGISI
TANGANKU TAK JUA KUSENTUH DIA
JAUH NIKMATNYA BERKELANA
DI HATI HATI HAMPA
DI HATI HATI HINA
DI HATI HATI YANG LUPA
MASIH KASINYA
SELUAS SAMUDERA BAHKAN

SIPAPA AKU TANPAMU
KETIKA JANTUNGKU KEU RENGGUT
SIAPA AKU TANPAMU
KETIKA SEDETIK SAJA MAUT MENJEMPUT
SIAPA AKU TANPAMU
SAAT KAKIKU TAK LAGI BISA BERTUMPU
SIAPA AKU…
SIAPA AKU…
ALLAH…

MENDENGAR MESKI LIRIH AKU BERBISIK
MELIHAT MESKI AKU TAK SANGGUP MELIRIK
MERABA MESKI HATIKU TERSELIMUTI
MENYENTUH MESKI…AKU MATI MEMBUMI

07 FEB 09
1+03Zz

PATAHKAN BIMBANGMU


jangn kabur oleh…sedetik tanya
karena aku tak memberi atas harga
dimana lalu kini yang dulu
kalu saja hatimu patah sudah

kenapa tak pandang hamparan awan
mungkin di sana kilatan cahaya..benderang
kenapa tak kau genggam sudah
kalau lautan hanya memisahkan kita
aku tak hilang walau sejuta bayang menggantikan
aku tak kan lenyap saat di matamu masih ada harap
aku tak kan kemana
ketika masih embun berjatuhan
di sini sahabat yang tak kan hilang

sirnakan sejenak bimbang yang menyayat nafasmu
yang sudi memotong kau punya rasa
tahukah kau…
bungaku kan terus mekar
meski surya menggelontorkan cahayanya

tak kan aku hilang…
kalau…bisa kau taruhkan…harapanmu
di atas bingkai yang telah kita bangun

07 feb 09
1+03Zz

Jumat, 06 Februari 2009

DIA TAK KU SANGKA ADA

tak halangi tekadmu teman tuk raih bintang
tak jua bara akan menghapusnya
cinta bersembunyi di dada
cinta bersemayam di jiwa
tak ada jika tak kau raba
tak ada jika tak kau rasa

nona…
bila malammu hilang
maka tak kau khawatirkan lagi
fajar datang menyingsing
bila kelam sudah mentari
nona jangan bersedih

berbunga bagai sakura
temaninya coba
di hatimu berbunga
hati…dalam warna

nonaku bisa
nonaku cinta
bersualah…pagi
jangan hanya bermimpi
rasamu akan pergi
dalam nyata kau yang tak berbunyi

memang tidak ada yang halangimu
bahkan tak kau sangka cahayanya di hatimu
dia sesaat ada lalu ditelan jingga
dan unkin saja kau tak tahu
mengagumi…dalam asa
menjelma di raganya

dia yang tak kau sangka nona
dia yang tak kau duga nona
dia hanya menyayangi disudutnya berada nona

24 jan’09
1+03Zz

Mengenai Saya

Foto saya
apa ya... nothing dech... just smile in the morning aja

Pengikut