mengetuk pintu...
bagai duka yang dipendam oleh seorang tawanan
yang terpenjara lama sekali dalam kegelapan
yang meraung-raung kehausan
mencari cela untuk bernafas
sekarat bagai di sahara gersang
hati pun terkikis sedikit oleh kegusaran kecil
mencoba menampiknya dari kenyataan
mawar merah yang berduri menikam
selongsong tanganku berlumur getah
getah dari darah-darah pembusuk dunia
meraih pengharapan bersar
terselamatkan di atas menara kubah emas
menyentuh rumahNya
rumah berlimpah berkah
berhiasakan melebihi sutra
lantunan ayatNya mengema

Tidak ada komentar:
Posting Komentar