Kamis, 16 April 2009

EGOKU MELAWAN

keadaan yang harus diterima oleh diri
bahwa tak disadari ku telah begini
menyakitkan tapi betul-betul mengharukan
meskipun bercampur dengan rasa sebal yang terus menerus meronta diri
tak kuasa menghindari...
keyakinanku kembali
di perempatan sudut mata hati
di jumpai lagi kembali
ingin pergi ke sana
tapi egoku tak inginkan kembali
betapa nestapa...
berkhianat di lubuk hati yang terkekang
menguapkan panas yang tak henti meredam pikiran
yang tak henti-hentinya berkecamuk...

15 april 09
1+03Zz

4 komentar:

  1. loh memangnya kamu gk suka blog kamu, tulisan kamu ada yg baca??? namanya juga Blogwalking :)
    salam kenal yupp :)
    kamu cantiQ :)

    BalasHapus
  2. puisi yg mewakili perassan...
    sdg gundah kah???

    ego kadang perlu, utk kesejatian diri..
    masalahnya apa kita bisa mengendalikan ego itu sendiri agar tdk terlalu meletup2, dan pd akhirnya terlihat menjd pembenaran yg berlebihan..

    salam kenal..puisimu keren..

    BalasHapus
  3. duch...
    rabbani lam kenal yupss...

    cupid bingung nh...
    bwt ngelink komen ke kamu...

    isinya alamt blogx bnyak bingun..

    pa itu blogmu smua ato punya org...

    lain kali kalo mampir k sni lg...

    konfirm k q ya..

    q hrs komen apa k kamu...

    bingung ch..

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya
apa ya... nothing dech... just smile in the morning aja

Pengikut