aku tak akan pernah jadi gibran melegenda
aku juga bukan tukang pembual untuk sekedar berkata-kata
aku yang tak mengerti setiap kali tanganku berjalan untuk mengetikkan baris coretan kusam ini
bagitu juga makna dalam potongan rasa yang tertoreh
aku tak memilikinya...
karena aku hanya mengagumi akan keindahan bahasa
kerena aku sekedar terkesima oleh abjad-abjad nada
kerena segalanya begitu bermakna
walau ide kecil yang sengaja melintas
bukanlah kebetulan belaka
tapi pengakuan untuk tetap diresapi dipikirkan
aku menulis ketika jiwaku terlepas dari ragaku
karena aku hanya bermimpi
dan ketika sadar diri
aku bahkan terkejut untuk membaca kembali
apa sesungguhnya nyawa dalam helaan nafas yang menjalankan jemari tanganku
12 April 2009
1+02Zz

pusinya bagus deh!
BalasHapus