walau setengah tegar...menyambut kepulangannya
bukan berarti...air mata berhenti meretas...
tapi senyumannya yang tak sedikit mengembang
menjadikan gunda dalam perenungan
malam yang diselimuti kabut hati yang cela
pikirannya jua kembali terusik...
dimanakah terangnya jiwa...
yang terkasihpun luput dipandang...
oh besar sekali keluhnya...
oh,,,,datanglah
kembali seperti biasa
masihkah dirinya bersalah dimuka...
seunggyhnya kaulah yang tak mengerti...
inilah tumpuanmu selalu
dipundaknya kau eluh-eluhkan...
kenapa kau buang perasaannya
kenapa pula kau melepas genggaman jemarinya...
bukankah...dia adalah asa yang terpendam...
05 april 09
1+03Zz

bagus...tapi ada bebarapa yang susah aku pahami sosok " nya " pada kepulangannya, senyumnya, keluhnya, dirinya, jemarinya_ siapa yang kamu maksud?
BalasHapussalam sahabat ( maturasi.blogspot.com )