ketika malam bergemuruh lantang
sembunyikan aku dihamparan awan
benarkah kau uji dalam angan
yang tertinggal hanya nyawa bersimbah
tapi tak bisa berkelana kecuali dalam malam
karenanya petirpun di luar aku tengadakan
biar saja kau kembali untuk melihat
betapa tak ada pilihan
maju gunturpun menyapu
mundur begitu terpental dan menjauh
aku berbuat untuk menang
tapi tetap kembali teringat terauma
lalu berdaya apa
basuhku sesembab aira mata
ronanya tak hilang
tak hilanga walau tidur semalaman
seketika beranjak dan siap menerkam
samar samar meragu
siapa yang akhirnya menyapuku
aku tak bisa melihat
betapa jauh berdiri tonggak
meruncing terbang
diantara dedaunan kering
getarkan bulu hati merinding
04 maret 09
1+03Zz

Tidak ada komentar:
Posting Komentar