Jumat, 26 Juni 2009

bukan yang kukenal

kembali pada malam...
hingar bingarnya kubuang seketika...
yang luput oleh pantauan kata-kata...
tak lagi kugoreskan dalam pesannya...

bukan aku dalam benaknya
bukan juga suasana yang nyaris aku pikirkan

begitu saja...dan terbuang tanpa rasa...
yang mengabaikan keramahannya
dan tak berharap untuk mengenalnya

laut dan gunung
hutan dan gurun
seraya perbedaan yang membuatku sadar...
dia bukan sepertiku
dia juga tak ada dalam idealisku
mungkinkan menyesalinya...

sudah tak kupikirkan untuk sebait namanya
karena tak ada lagi ingin mengenalnya

bukanlah yang sring aku bayangkan...

15 juni 09
1+03Zz

tak sedikitpun melihat wajahnya

karena aku percaya bahwa mimpi itu bukan hanya sekedar mimpi..
dan rasa ingin tahuku tidak sekedar menepis begitu saja...

ketika aku mulai berharap bahwa kelak aku akan berjumpa...
mungkin rasanya begitu berkecamuk...
entah haru...
entah bahagia...
entah kecewa...
entah hanya sekedar menelan dan muntah begitu saja...

keadaan seperti apa nantinya aku tak akan pikirkan sekarang
dan waktu waktu berjalan aku juga tak pernah tahu...sejatinya
dan apa dalam hatinya
dan bagaimana pikirannya bekerja...
dan baik respon yang pura-pura wajar...atau yang keluar dari hatinya

tak pernah kujumpai dalam nyata...
dan hembusan angin mengantarkan suranya..
dan melalui kamar kamar sunyi aku bermimpi...

dimana seharusnya aku menyinggahi perapian yang begitu hangat
atau seperti bantal yang mennyenyakkan tidurku
bahkan sesegar air tawa riangnya...

15 juni '09
1+03Zz

kecewa...

malam menelan rasa...
karena pagi itu benar-benar menggila
dan meski setiap siang aku lewatkan tanpa aku menyesali rasa panas menyengati tubuhku
kali ini sungguh lebih dari itu
hiruk pikuknya cerah tak bisa aku rasakan
karena sepotong hatiku telah runyam...

emosi sedikit demi sedikit menderu lantang
tapi aku coba duduk sambil bersandar
begitu tak bersemangatnya aku karena terpatahkan oleh dunia yang tidak aku ingini untuk dipikirkan

disudut terdiamku aku ambigu
tanpa kucanangkan wajah merona bahkan terkunci sambil memutar-mutar mataku

simpatiku pun lenyap dan kandas sore itu hingga aku berpulang dengan menggenggam sesak di aliran darah
menguras perhatian yang tak begitu sedikit rupanya
dan kesal bertubi-tubi melanda
ingin berlari...berteriak...menyesali...

tidak aku tak sanggup...
betapa Allah meliputi hatiku yang terkoyak-koyak
tak sanggup menentang kucoba...
sungguh ingin kecewa
tapi berhakkah aku kecewa...
membingungkanku

4 mei '09
1+03Zz

Mengenai Saya

Foto saya
apa ya... nothing dech... just smile in the morning aja

Pengikut