Jumat, 24 April 2009

DITINGGAL KATAK DAN TOKEK

begitu takutnya meninggalkan eceng gondok itu di tepian kolam
meniadakan rasa diantara kebimbangannya
eceng gondok yang sendiri lagi
untuk menjamahi malam ...dan meliputi bintang
bergidik ia ...lalu tertawa...

malam malam begitu terus membuatnya bersemangat
lalu dengung katak melompat masuk dalam air
dan teriakan tokek yang terbata-bata terulang tiap kata...
mengeja namanya sendiri...
dan si eceng gondok pun merasa bosan tiap mendengarnya

sayangnya tanpa mereka diantaranya
malam ini pun serasa sepi...
teriakan katak dan tokek...menghilang
merebut hati dan pikiran

eceng gondok pun tak lekang meratapi

malam ini tertelan terlalu pekat
namun apa boleh buat...memang mereka tak ada
tempatnya untuk menunggu
malam malam yang ribut terus karinduannya

kolam ini pun tak asyik aliran airnya...
diam saja ...berkubang
lalu masih tetap mengamati mega menghitam
sekelam hatinya jua...

eceng gondok tertinggal...

24 april 2009
1+03Zz

BAHAGIAKAH HATIMU

alam pun membahana mengitari telinga kananku
yang begitu lambat..aku rasa
di gemericik aliran air ternyata yang gunda semakin tak kurasa lagi
kini datang menuju ceria untuk berbinar lagi...
dan menghilangkan langkah lama ku dalam perhentian yang menjemukan...
betapa di luar dari yang aku tak ketahui...
begitu menyenangkan tanpa memikirkannya
lalu aku coba tandai silang pada kalender usangku

dan sapuan bayu ini merabaku lemas...
mencoba merayu...dalam damainya
berayun di pOri-pori pipiku
berkata...BAHAGIAKAH HATIMU

23 april 09
1+03Zz

KEDAMAIAN DI SENDU TERDALAM

kerena sebuah kedamaian tak akan lekang dalam sendu terdalam
dan walau hilangnya begitu menyakitkan
namun tanah yang kering keronta dalam jiwaku
telah meneguk diantara rongga-rongga yang terselip cinta kasihmu
karena tak akan hilang
maka kubiarkan semakin bertumbuhan
dan kebun-kebun menyeringai hijau dedaunan
seperti senyumannya bagai
sumur yang tak kan kering tuk berpijar....
membasahi...semangatku

23 april 09
1+03Zz

KATAMU HARAPAN SEPERTI TAI

harapan tak seburuk apa yg kau pikirkan...
yang sesungguhnya setiap helaan nafasmu adalah sebuah harapan
yang sebenarnya setiap langkhmu jg harapan
yang merupakan jalan hidup yg terus kau pilih jg adalah harapan...

harapan adalah lampu terang utk tetap berpijar
di antara remang yang benar dan sesat
harapan dimana setiap keinginanmu untuk tetap berkarya
yang selalu di bahumu ketika rapuh
yang selalu kau cari untuk bangkit kembali
yang selalu ditunggu-tunggu untuk kesuksesanmu

tak salah berdiri di atas harapanmu
dimana sesungguhnya kau buat untuk hidupmu sendiri
hanyalah kau yang munafik untuk tetap berkata harapan adalah sebuah kesalahan terbesarmu
hanyalah kau yang tak berani memilih dan coba sembunyi ketika salah memilih
dan coba kau tuliskan bahwa harapan itu tai...

24 APRIL 09
1+03Zz

Selasa, 21 April 2009

WANT TO SAY 3

bagaimana kamu bisa menyembunyikan perasaanmu
yg terlanjur jatuh
ketika kamu salah mengira
bahwa ternyata yg ia butuhkan bukanlah kamu
tapi orang lain?
bisakah kamu tersenyum kembali untuknya?

WANT TO SAY: 2

bisakah aku mengikhlaskan sebagian waktu yang terbuang
tanpa tahu arti
dimana aku berdiri
kenapa selalu aku tak bisa dimengerti
semakin lama jadi begitu mengharukannya aku
lapangkah menahan hati
tanpa menghiraukan waktu berganti???

19 April 09
1+03Zz

WANT TO SAY: 1

kenapa kamu puji seseorang
hanya untuk membuatnya memilikimu
yang sebenarnya kamu tahu itu bualanmu semata?
pernahkah kamu merasa
bahwa dia akan keliru mengartikan pujianmu?
apakah seseorang itu salah untuk merasa
bahwa ialah yang paling diinginkan olehmu ketika kamu memujinya???
jika itu benar bukanlah kedustaan kamu memujinya
jika itu salah maka benarkah hatimu telah membumbung dan berhasil menjebaknya

12 April 09
1+03Zz

DI RUANG KECILKU

meski bertemu dan kulepaskan senyum...
dan bersua keramahanmu lewat sapa...
bukan berarti lubuk hatimu mengenalku...
dalam hari selalu bergelut ditemani candamu
namun aku juga tak akan pernah tahu
bagaimana parasmu dalam sendu...

aku adalah yang tertulis tanpa makna dalam daftar buku teman-temanmu...
aku juga hanya say hello sesaat sekedar untuk selayang pandang
dan ketika kau juga balikan badan...
bagian terkecil di ruang kosongku
hanya aku yang tahu...

sesaat ketika kau bongkar diriku sedikit demi sedikit
kau juga tak seutuhnya tahu bukan...
apakah aku bahagia...
apakah aku gunda dalam duka...
apakah aku tertegun dan sekejap terkesiap bahwa kau memperhatikanku
bahkan apakah aku terasa berbeda ddengan kaca matamu
dan berfikir...aku kehilangan...

banyak yang tak kau ketahui...teman
di perenunganku
di ruang kosongku
di bagian terkecil...yang tak bisa kau jamah...

22 April 09
1+03Zz

Kamis, 16 April 2009

EGOKU MELAWAN

keadaan yang harus diterima oleh diri
bahwa tak disadari ku telah begini
menyakitkan tapi betul-betul mengharukan
meskipun bercampur dengan rasa sebal yang terus menerus meronta diri
tak kuasa menghindari...
keyakinanku kembali
di perempatan sudut mata hati
di jumpai lagi kembali
ingin pergi ke sana
tapi egoku tak inginkan kembali
betapa nestapa...
berkhianat di lubuk hati yang terkekang
menguapkan panas yang tak henti meredam pikiran
yang tak henti-hentinya berkecamuk...

15 april 09
1+03Zz

LOLONGANKU

TENGGOROKAN YANG TAK TERBASAHI OLEH SITITIK AIR
PERUT YANG NYARIS KERING TANPA KENYANG
DAN PIKIRAN YANG KOSONG MELOMPONG
DI PINGGIR SINILAH BERADA

DI TEMBOK-TEMBOK KEPARAT INI
AKU UKIR YANG TAK INGIN AKU INGIN
DI SUDUT TANPA ADA YANG MELIHAT...
AKU INGIN MENCACI MAKI

DI PERHENTIAN SAJA AKU BERANI BERPIKIR
DI GERBANG PINTU MASUK ITU AKU BEGITU TERSESAT
SEJATINYA NYALI PUN TERIKAT
LALU APALAH AKU MENGHIMPUN RASA

TAK GUNA ...
TAK BEGITU BERARTI
TAK ADA LAGI....

14 aPRIL 09
1+03Zz

Rabu, 15 April 2009

KENAPA UNTUK SUATU KETIKA

kenapa aku merasa terkekang
ketika sudah aku lapangkan ..hati dalam pikirku

kenapa sekali saja aku tak bisa terbebas
sesaat ketika semua datang dan pergi

kenapa limbung aku berdiri
jika aku manapaki tubuh tak tegak berdiri

kenapa pula asku semakin mati rasa
ketika aku sudah sekuat tenaga menghadapi

kenapa gertakan-gertakan kecil...ini
semakin meretakkan puing dalam asa

ketika rapuh dalam bimbang
siapakah mengangkat ku
ketika tak sadar ku meratapi
siapa akan menunggu sampai aku siuman lagi

dan apakah di sini aku bisa peroleh lagi
kesempurnaan yang begitu didambakan
dan ketika itu pula akankah pertanyaan yang nyaris menggelontor tanpa arti...terjawab...

penatnya begitu membuatku pilu...

14 April 09
1+03Zz

Sabtu, 11 April 2009

TULISAN DI LEMBAR CURHATMU

apa yang hendak kamu tuliskan dilembar buku curhatmu
ketika tak ada yang menarik dalam hidupmu
seputar orang yang datang dan pergi dalam terminal hatimu
atau sesuatu yang menurutmu biasa saja

apa pula sesungguhnya yang ingin kamu lakukan
ketika sesungguhnya selama ini kamu bermimpi
melayang tak terarah
dari malam satu ke malam-malam berikutnya
sekedar menunggu yang sebenarnya tak ada yang ditunggu

kesepiankah hatimu
murungkah merengkuk ditemani bantal dan selimut
dan sudut-sudut kamar itu nyenyak menina bobokanmu

lalu ketika melamun pula kamu terlarut
dan jiwamu hilang
sedang para jin siap memburu di sekitarmu
menggantikan ruhmu yang berayun-ayun setengah hilang

dan sesungguhnya keadaankulah serupa itu dalam kedunguan

12 April 2009
1+03Zz


Bukanlah Gibran

aku tak akan pernah jadi gibran melegenda
aku juga bukan tukang pembual untuk sekedar berkata-kata
aku yang tak mengerti setiap kali tanganku berjalan untuk mengetikkan baris coretan kusam ini
bagitu juga makna dalam potongan rasa yang tertoreh
aku tak memilikinya...

karena aku hanya mengagumi akan keindahan bahasa
kerena aku sekedar terkesima oleh abjad-abjad nada
kerena segalanya begitu bermakna
walau ide kecil yang sengaja melintas
bukanlah kebetulan belaka
tapi pengakuan untuk tetap diresapi dipikirkan

aku menulis ketika jiwaku terlepas dari ragaku
karena aku hanya bermimpi
dan ketika sadar diri
aku bahkan terkejut untuk membaca kembali
apa sesungguhnya nyawa dalam helaan nafas yang menjalankan jemari tanganku

12 April 2009
1+02Zz

MIRIS TERENGGUT

burung-burung kecil mengitari lembah
yang sejenak untuk berteduh
mengantarkan biji-biji bunga untuk dikawinkan

datanglah sekawanan elang di balik mega yang tengadah
berkepak lirih
tak terdengar suara sayap yang mengibas angin
mengintai burung kecil jadi mangsanya
hinggapi satu demi satu pohon mendekat
seperti maling hendak menebas

lantas satu diantara si kecil berfirasat
ada bayangan yang begitu peka untuk ia rasa

dengan cakramnya
menangkis bulu-bulu kecil berhamburan
tertekan jantung burung itu menciut
hingga sisa-sisa nafasnya berakhir terenggut

mata elang tajam lantas terbang menghilang
sedang di sudut batang teruntai
sekawanan lain terbelalak
miris dan denyutnya berdetak kencang

12 April 09
1+03Zz

TERUSKAN DALAM PERHENTIAN

AKU COBA UNTUK MENERUSKAN KELETIHAN UNTUK MEMILIH
SESUNGGUHNYA PILIHAN YANG MANA AKU TAK PEDULI
SEKERAS BATU UNTUK COBA MENGERTI
SULIT RASANYA UNTUK DIPAHAMI
DAN LAYAKKAH AKU TERUS SENGSARA
KETIKA SEMUA ORANG BAHAGIA
DANGKAL SEKALI HATIKU UNTUK BISA MERASA
BETAPA PERAPIAN HATIKU TAK MENGHANGATKAN JIWA
DAN COBA MENGGEBU KUTERIAKKAN
PERGILAH...
TAPI TETAP SAJA BATU YANG KURLEMPAR AKAN KEMBALI

DIMANA BERPIJAK BETAPA AKU TERPELESAT DITENGAH GURUN
PASIRNYA MELUMURIKU DENGAN BUTIR-BUTIR HALUS
BENARKAH KAN ADA AIR DALAM OASE PASIR
SEDANG AKU TELAH MENCARI-CARINYA UNTUK BERBURU AIR

AKU BERHENTI DISINI
AKU TERPERANGKAP DIANTARA KEDUA BELENGGU TANGANKU
AKU TERKAPAR DISELIMUTI NYANYIAN HATIKU YANG PILU
DAN BERMIMPI TANPA ADA TANDA-TANDA AKU KAN TERJAGA LAGI

11 APRIL 2009
1+03Zz

Jumat, 10 April 2009

BAWALAH KE ANGKASAMU

penuh warna membalas tatapannya
dikejauhan pun begitu indah
kucoba kejar sayapmu melemahkan
tapi aku tak sampai hati mendekap mungil tubuhmu

kubiarkan saja dia terbang untuk menghiburku
tapi janganlah keluar dari kamarku
yang sungguh aku tak ingin hiburan lain di sudut ini
warnamulah diantara mimpi-mimpi

yang aku inginkan terbanglah diantara mimpiku
ketika kutertidur
untuk sekejap jamahi hatiku
biarkanlah aku tak merasakan bahwa ternyata aku tak sadar

ajaklah aku kengkasamu
membumbung jauh lewati kepekatan hidup
untuk mencoba bahaw duniamu adalah surga
dalam kebun-kebun cinta

11 april 09
1+03Zz

Tanpa Ikan Tanpa Kenyang

teluk kecil diseberang pulau itu
mengingatkanku akan ketulusan
seorang nelayan tua...yang menjala...ikan
ditepi beriak ia tebarkan jala...
dengan tangan kecilnya itu coba menarik kembali...
dengan sisa-sisa tenaganya semalam
yang telah habis dihabiskannya di tengah pantai terbuka
dan pagi itu tambahan untuk sesuap nasi

aku tapaki pasir yang satu-satu terjatuh ketika kakiku melangkah
mencoba mengambil jala nelayan itu
kumainkan disana seperti dia
dan kucoba...

dari pagi aku mainkan
tak satu ikan pun berhasil tertangkap hingga mentari tepat kepalaku

lalu aku pikirkan sejenak
andai pak tua nelayan itu sepertiku ini
maka dia tak akan makan untuk setengah hari...

dan coba aku renungi
betapa hidupnya tertatih
tanpa ikan tanpa kenyang

teluk itulah yang aku singgahi untuk belajar
dikejauhannya kurindukan
pak tua dengan jala ikannya


11 april 09
1+03Zz

MELEBIHI HEMBUSAN ANGIN

suatu perjalanan yang mengasyikkan dalam hidup ini
ternyata tak sesederhana mengipaskan angin
dimana datang&pergi selalu ada
namun untuk berkali kali dipanggil kadang juga tak akan datang
ketika lelah bersandar di bawah pohon rindang
aku tak menemukan datangnya angin meniupkan dedaunan
bahkan aku terdiam sambil pikirku berkecamuk
betapa saat ini ingin rasanya mengguyur tubuh dengan kesegaran es
&ketika sebiji jagung keringat mulai menetes-netes
rasanya aku marah padanya
kenapa angin itu begitu susah untuk aku cari
tak lama kemudian aku pergi
berpindah ke sebuah tepian kolam ikan
disana tak ada pohon bahkan tak ada daun yang berserakan
tp aku memandang ikan itu bergerak putar-putar
&ketika aku berfantasi dengannya
takku rasakan lg sengatan siang itu
karena aku merasa berenang dalam kolam itu
& tak perlu memanggil angin lg untuk mengusap keringatku
karena rasa basah mengalir ke semua kulitku
&melebihi dr rasa dinginnya es yang terkadang juga sangat menyengat

04 april 09
1+03Zz

Kamis, 09 April 2009

TEKA-TEKI

AKU TIBA PADA SUATU TITIK
KETIKA LENYAP DIKEHENINGAN
BULANLAH YANG DI ATAS KEPALA BERCAHAYA...
MENERUSKAN SINAR BINTANG DIKEJAUHANNYA

DETIKMU HINGGA BERADA DIAMBANG SUNYI
DITELAN KEHAUSAN AKAN SINAR
DAN KAU MENGAIS SISA PERIH...UNTUK MENGENANG

MALAM DALAM BINTANG SENDIRI KU TANYAKAN
UNTUK APAKAH DIRIKU...BERNAFAS
SEDANGKAN ARTI HIDUP LENYAP SUDAH
UNTUK APA AKU BERNYANYI
SEDANG KAU TAHU
BURUNG BERKICAU MELEDEKKU
DENGAN PARAU SUARANYA

KETIKA DIHANTUI CEMAS
SIAPA AKU BISA BERTARUNG MELAWANNYA
YANG BEGITU RAPUH...
DAN SEMUA ORANG BILANG
AKU RAPUH...

DAN KAU TAHU LAGI
WAKTU BERKHIANAT UNTUK MEMBAHAGIAKANKU
LALU SEDIKIT MERINGIS
AKU MENYADARI
AKULAH YANG TERBODOH

KAU KATAKAN HIDUP TEKA-TEKI
TAPI AKU TAK PERNAH BISA TUK MENYILANGKANNYA
MEMASUKKAN PADA KOTAK YANG MANA
DAN KEBENARAN PUN AKU TAK TAHU

KAU BISA MENGAJARIKU...
TAPI SAYANGNYA AKU TAK BEGITU SETUJU
AKU TAK INGIN MENEMUI SILANG-SILANGAN DALAM HIDUP INI
JADI AKU KATAKAN
AKU TAK MAU TEKA TEKI INI

09 MARET 09
1+03Zz

Senin, 06 April 2009

ORBITALMU TAK TERSENTUH

sayupnya mata berarah kepadanya
lalu menelan rasa
aku terapung sesaat bisik meraja

mengapa persimpangannya begitu membentang
jika sengaja aku melompat diantaranya
mungkinkah kau siap menangkapnya

sengaja kukelilingimu dengan orbital-orbital cinta
khasanah hati kecilku meraba
tapi juakah kuhisap madunya
yang buatku tergila ditengah gunda

kuluapkan rasa tapi dipunggungnya saja
bukan aku persembahkan dengan nampan perak
yang aku sendiri malu dan bersembunyi
untuk mendengarmu berterimakasih

besarpun kebahagiaanku atasmu
hanya mengitari ditengah-tengah sepersekian bayang

seperti melihat bintang dengan teropong besar
jauh bukan...

sungguh kau jauh
apalagi menjamah hati yang terbalut kasih
tapi akan selalu kunanti karena indahmu
kupandang karena terangmu
dan coba kugenggam.....
tapi pasti luput menghilang


25 maret '09
1+03Zz

ASANYA YANG HILANG

walau setengah tegar...menyambut kepulangannya
bukan berarti...air mata berhenti meretas...
tapi senyumannya yang tak sedikit mengembang
menjadikan gunda dalam perenungan

malam yang diselimuti kabut hati yang cela
pikirannya jua kembali terusik...
dimanakah terangnya jiwa...
yang terkasihpun luput dipandang...

oh besar sekali keluhnya...

oh,,,,datanglah
kembali seperti biasa

masihkah dirinya bersalah dimuka...
seunggyhnya kaulah yang tak mengerti...
inilah tumpuanmu selalu
dipundaknya kau eluh-eluhkan...
kenapa kau buang perasaannya
kenapa pula kau melepas genggaman jemarinya...

bukankah...dia adalah asa yang terpendam...

05 april 09
1+03Zz

Mengenai Saya

Foto saya
apa ya... nothing dech... just smile in the morning aja

Pengikut