begitu takutnya meninggalkan eceng gondok itu di tepian kolam
meniadakan rasa diantara kebimbangannya
eceng gondok yang sendiri lagi
untuk menjamahi malam ...dan meliputi bintang
bergidik ia ...lalu tertawa...
malam malam begitu terus membuatnya bersemangat
lalu dengung katak melompat masuk dalam air
dan teriakan tokek yang terbata-bata terulang tiap kata...
mengeja namanya sendiri...
dan si eceng gondok pun merasa bosan tiap mendengarnya
sayangnya tanpa mereka diantaranya
malam ini pun serasa sepi...
teriakan katak dan tokek...menghilang
merebut hati dan pikiran
eceng gondok pun tak lekang meratapi
malam ini tertelan terlalu pekat
namun apa boleh buat...memang mereka tak ada
tempatnya untuk menunggu
malam malam yang ribut terus karinduannya
kolam ini pun tak asyik aliran airnya...
diam saja ...berkubang
lalu masih tetap mengamati mega menghitam
sekelam hatinya jua...
eceng gondok tertinggal...
24 april 2009
1+03Zz
SAYA AKAN DENGAN SENANG HATI JIKA ANDA MAU MENINGGALKAN SEBERKAS CORETAN PADA DINDING KOMEN TERIMA KASIH...
Jumat, 24 April 2009
BAHAGIAKAH HATIMU
alam pun membahana mengitari telinga kananku
yang begitu lambat..aku rasa
di gemericik aliran air ternyata yang gunda semakin tak kurasa lagi
kini datang menuju ceria untuk berbinar lagi...
dan menghilangkan langkah lama ku dalam perhentian yang menjemukan...
betapa di luar dari yang aku tak ketahui...
begitu menyenangkan tanpa memikirkannya
lalu aku coba tandai silang pada kalender usangku
dan sapuan bayu ini merabaku lemas...
mencoba merayu...dalam damainya
berayun di pOri-pori pipiku
berkata...BAHAGIAKAH HATIMU
23 april 09
1+03Zz
yang begitu lambat..aku rasa
di gemericik aliran air ternyata yang gunda semakin tak kurasa lagi
kini datang menuju ceria untuk berbinar lagi...
dan menghilangkan langkah lama ku dalam perhentian yang menjemukan...
betapa di luar dari yang aku tak ketahui...
begitu menyenangkan tanpa memikirkannya
lalu aku coba tandai silang pada kalender usangku
dan sapuan bayu ini merabaku lemas...
mencoba merayu...dalam damainya
berayun di pOri-pori pipiku
berkata...BAHAGIAKAH HATIMU
23 april 09
1+03Zz
KEDAMAIAN DI SENDU TERDALAM
kerena sebuah kedamaian tak akan lekang dalam sendu terdalam
dan walau hilangnya begitu menyakitkan
namun tanah yang kering keronta dalam jiwaku
telah meneguk diantara rongga-rongga yang terselip cinta kasihmu
karena tak akan hilang
maka kubiarkan semakin bertumbuhan
dan kebun-kebun menyeringai hijau dedaunan
seperti senyumannya bagai
sumur yang tak kan kering tuk berpijar....
membasahi...semangatku
23 april 09
1+03Zz
dan walau hilangnya begitu menyakitkan
namun tanah yang kering keronta dalam jiwaku
telah meneguk diantara rongga-rongga yang terselip cinta kasihmu
karena tak akan hilang
maka kubiarkan semakin bertumbuhan
dan kebun-kebun menyeringai hijau dedaunan
seperti senyumannya bagai
sumur yang tak kan kering tuk berpijar....
membasahi...semangatku
23 april 09
1+03Zz
KATAMU HARAPAN SEPERTI TAI
harapan tak seburuk apa yg kau pikirkan...
yang sesungguhnya setiap helaan nafasmu adalah sebuah harapan
yang sebenarnya setiap langkhmu jg harapan
yang merupakan jalan hidup yg terus kau pilih jg adalah harapan...
harapan adalah lampu terang utk tetap berpijar
di antara remang yang benar dan sesat
harapan dimana setiap keinginanmu untuk tetap berkarya
yang selalu di bahumu ketika rapuh
yang selalu kau cari untuk bangkit kembali
yang selalu ditunggu-tunggu untuk kesuksesanmu
tak salah berdiri di atas harapanmu
dimana sesungguhnya kau buat untuk hidupmu sendiri
hanyalah kau yang munafik untuk tetap berkata harapan adalah sebuah kesalahan terbesarmu
hanyalah kau yang tak berani memilih dan coba sembunyi ketika salah memilih
dan coba kau tuliskan bahwa harapan itu tai...
24 APRIL 09
1+03Zz
yang sesungguhnya setiap helaan nafasmu adalah sebuah harapan
yang sebenarnya setiap langkhmu jg harapan
yang merupakan jalan hidup yg terus kau pilih jg adalah harapan...
harapan adalah lampu terang utk tetap berpijar
di antara remang yang benar dan sesat
harapan dimana setiap keinginanmu untuk tetap berkarya
yang selalu di bahumu ketika rapuh
yang selalu kau cari untuk bangkit kembali
yang selalu ditunggu-tunggu untuk kesuksesanmu
tak salah berdiri di atas harapanmu
dimana sesungguhnya kau buat untuk hidupmu sendiri
hanyalah kau yang munafik untuk tetap berkata harapan adalah sebuah kesalahan terbesarmu
hanyalah kau yang tak berani memilih dan coba sembunyi ketika salah memilih
dan coba kau tuliskan bahwa harapan itu tai...
24 APRIL 09
1+03Zz
Selasa, 21 April 2009
WANT TO SAY 3
bagaimana kamu bisa menyembunyikan perasaanmu
yg terlanjur jatuh
ketika kamu salah mengira
bahwa ternyata yg ia butuhkan bukanlah kamu
tapi orang lain?
bisakah kamu tersenyum kembali untuknya?
yg terlanjur jatuh
ketika kamu salah mengira
bahwa ternyata yg ia butuhkan bukanlah kamu
tapi orang lain?
bisakah kamu tersenyum kembali untuknya?
WANT TO SAY: 2
bisakah aku mengikhlaskan sebagian waktu yang terbuang
tanpa tahu arti
dimana aku berdiri
kenapa selalu aku tak bisa dimengerti
semakin lama jadi begitu mengharukannya aku
lapangkah menahan hati
tanpa menghiraukan waktu berganti???
19 April 09
1+03Zz
tanpa tahu arti
dimana aku berdiri
kenapa selalu aku tak bisa dimengerti
semakin lama jadi begitu mengharukannya aku
lapangkah menahan hati
tanpa menghiraukan waktu berganti???
19 April 09
1+03Zz
WANT TO SAY: 1
kenapa kamu puji seseorang
hanya untuk membuatnya memilikimu
yang sebenarnya kamu tahu itu bualanmu semata?
pernahkah kamu merasa
bahwa dia akan keliru mengartikan pujianmu?
apakah seseorang itu salah untuk merasa
bahwa ialah yang paling diinginkan olehmu ketika kamu memujinya???
jika itu benar bukanlah kedustaan kamu memujinya
jika itu salah maka benarkah hatimu telah membumbung dan berhasil menjebaknya
12 April 09
1+03Zz
hanya untuk membuatnya memilikimu
yang sebenarnya kamu tahu itu bualanmu semata?
pernahkah kamu merasa
bahwa dia akan keliru mengartikan pujianmu?
apakah seseorang itu salah untuk merasa
bahwa ialah yang paling diinginkan olehmu ketika kamu memujinya???
jika itu benar bukanlah kedustaan kamu memujinya
jika itu salah maka benarkah hatimu telah membumbung dan berhasil menjebaknya
12 April 09
1+03Zz
DI RUANG KECILKU
meski bertemu dan kulepaskan senyum...
dan bersua keramahanmu lewat sapa...
bukan berarti lubuk hatimu mengenalku...
dalam hari selalu bergelut ditemani candamu
namun aku juga tak akan pernah tahu
bagaimana parasmu dalam sendu...
aku adalah yang tertulis tanpa makna dalam daftar buku teman-temanmu...
aku juga hanya say hello sesaat sekedar untuk selayang pandang
dan ketika kau juga balikan badan...
bagian terkecil di ruang kosongku
hanya aku yang tahu...
sesaat ketika kau bongkar diriku sedikit demi sedikit
kau juga tak seutuhnya tahu bukan...
apakah aku bahagia...
apakah aku gunda dalam duka...
apakah aku tertegun dan sekejap terkesiap bahwa kau memperhatikanku
bahkan apakah aku terasa berbeda ddengan kaca matamu
dan berfikir...aku kehilangan...
banyak yang tak kau ketahui...teman
di perenunganku
di ruang kosongku
di bagian terkecil...yang tak bisa kau jamah...
22 April 09
1+03Zz
dan bersua keramahanmu lewat sapa...
bukan berarti lubuk hatimu mengenalku...
dalam hari selalu bergelut ditemani candamu
namun aku juga tak akan pernah tahu
bagaimana parasmu dalam sendu...
aku adalah yang tertulis tanpa makna dalam daftar buku teman-temanmu...
aku juga hanya say hello sesaat sekedar untuk selayang pandang
dan ketika kau juga balikan badan...
bagian terkecil di ruang kosongku
hanya aku yang tahu...
sesaat ketika kau bongkar diriku sedikit demi sedikit
kau juga tak seutuhnya tahu bukan...
apakah aku bahagia...
apakah aku gunda dalam duka...
apakah aku tertegun dan sekejap terkesiap bahwa kau memperhatikanku
bahkan apakah aku terasa berbeda ddengan kaca matamu
dan berfikir...aku kehilangan...
banyak yang tak kau ketahui...teman
di perenunganku
di ruang kosongku
di bagian terkecil...yang tak bisa kau jamah...
22 April 09
1+03Zz
Kamis, 16 April 2009
EGOKU MELAWAN
keadaan yang harus diterima oleh diri
bahwa tak disadari ku telah begini
menyakitkan tapi betul-betul mengharukan
meskipun bercampur dengan rasa sebal yang terus menerus meronta diri
tak kuasa menghindari...
keyakinanku kembali
di perempatan sudut mata hati
di jumpai lagi kembali
ingin pergi ke sana
tapi egoku tak inginkan kembali
betapa nestapa...
berkhianat di lubuk hati yang terkekang
menguapkan panas yang tak henti meredam pikiran
yang tak henti-hentinya berkecamuk...
15 april 09
1+03Zz
bahwa tak disadari ku telah begini
menyakitkan tapi betul-betul mengharukan
meskipun bercampur dengan rasa sebal yang terus menerus meronta diri
tak kuasa menghindari...
keyakinanku kembali
di perempatan sudut mata hati
di jumpai lagi kembali
ingin pergi ke sana
tapi egoku tak inginkan kembali
betapa nestapa...
berkhianat di lubuk hati yang terkekang
menguapkan panas yang tak henti meredam pikiran
yang tak henti-hentinya berkecamuk...
15 april 09
1+03Zz
LOLONGANKU
TENGGOROKAN YANG TAK TERBASAHI OLEH SITITIK AIR
PERUT YANG NYARIS KERING TANPA KENYANG
DAN PIKIRAN YANG KOSONG MELOMPONG
DI PINGGIR SINILAH BERADA
DI TEMBOK-TEMBOK KEPARAT INI
AKU UKIR YANG TAK INGIN AKU INGIN
DI SUDUT TANPA ADA YANG MELIHAT...
AKU INGIN MENCACI MAKI
DI PERHENTIAN SAJA AKU BERANI BERPIKIR
DI GERBANG PINTU MASUK ITU AKU BEGITU TERSESAT
SEJATINYA NYALI PUN TERIKAT
LALU APALAH AKU MENGHIMPUN RASA
TAK GUNA ...
TAK BEGITU BERARTI
TAK ADA LAGI....
14 aPRIL 09
1+03Zz
PERUT YANG NYARIS KERING TANPA KENYANG
DAN PIKIRAN YANG KOSONG MELOMPONG
DI PINGGIR SINILAH BERADA
DI TEMBOK-TEMBOK KEPARAT INI
AKU UKIR YANG TAK INGIN AKU INGIN
DI SUDUT TANPA ADA YANG MELIHAT...
AKU INGIN MENCACI MAKI
DI PERHENTIAN SAJA AKU BERANI BERPIKIR
DI GERBANG PINTU MASUK ITU AKU BEGITU TERSESAT
SEJATINYA NYALI PUN TERIKAT
LALU APALAH AKU MENGHIMPUN RASA
TAK GUNA ...
TAK BEGITU BERARTI
TAK ADA LAGI....
14 aPRIL 09
1+03Zz
Rabu, 15 April 2009
KENAPA UNTUK SUATU KETIKA
kenapa aku merasa terkekang
ketika sudah aku lapangkan ..hati dalam pikirku
kenapa sekali saja aku tak bisa terbebas
sesaat ketika semua datang dan pergi
kenapa limbung aku berdiri
jika aku manapaki tubuh tak tegak berdiri
kenapa pula asku semakin mati rasa
ketika aku sudah sekuat tenaga menghadapi
kenapa gertakan-gertakan kecil...ini
semakin meretakkan puing dalam asa
ketika rapuh dalam bimbang
siapakah mengangkat ku
ketika tak sadar ku meratapi
siapa akan menunggu sampai aku siuman lagi
dan apakah di sini aku bisa peroleh lagi
kesempurnaan yang begitu didambakan
dan ketika itu pula akankah pertanyaan yang nyaris menggelontor tanpa arti...terjawab...
penatnya begitu membuatku pilu...
14 April 09
1+03Zz
ketika sudah aku lapangkan ..hati dalam pikirku
kenapa sekali saja aku tak bisa terbebas
sesaat ketika semua datang dan pergi
kenapa limbung aku berdiri
jika aku manapaki tubuh tak tegak berdiri
kenapa pula asku semakin mati rasa
ketika aku sudah sekuat tenaga menghadapi
kenapa gertakan-gertakan kecil...ini
semakin meretakkan puing dalam asa
ketika rapuh dalam bimbang
siapakah mengangkat ku
ketika tak sadar ku meratapi
siapa akan menunggu sampai aku siuman lagi
dan apakah di sini aku bisa peroleh lagi
kesempurnaan yang begitu didambakan
dan ketika itu pula akankah pertanyaan yang nyaris menggelontor tanpa arti...terjawab...
penatnya begitu membuatku pilu...
14 April 09
1+03Zz
Sabtu, 11 April 2009
TULISAN DI LEMBAR CURHATMU
apa yang hendak kamu tuliskan dilembar buku curhatmu
ketika tak ada yang menarik dalam hidupmu
seputar orang yang datang dan pergi dalam terminal hatimu
atau sesuatu yang menurutmu biasa saja
apa pula sesungguhnya yang ingin kamu lakukan
ketika sesungguhnya selama ini kamu bermimpi
melayang tak terarah
dari malam satu ke malam-malam berikutnya
sekedar menunggu yang sebenarnya tak ada yang ditunggu
kesepiankah hatimu
murungkah merengkuk ditemani bantal dan selimut
dan sudut-sudut kamar itu nyenyak menina bobokanmu
lalu ketika melamun pula kamu terlarut
dan jiwamu hilang
sedang para jin siap memburu di sekitarmu
menggantikan ruhmu yang berayun-ayun setengah hilang
dan sesungguhnya keadaankulah serupa itu dalam kedunguan
12 April 2009
1+03Zz
ketika tak ada yang menarik dalam hidupmu
seputar orang yang datang dan pergi dalam terminal hatimu
atau sesuatu yang menurutmu biasa saja
apa pula sesungguhnya yang ingin kamu lakukan
ketika sesungguhnya selama ini kamu bermimpi
melayang tak terarah
dari malam satu ke malam-malam berikutnya
sekedar menunggu yang sebenarnya tak ada yang ditunggu
kesepiankah hatimu
murungkah merengkuk ditemani bantal dan selimut
dan sudut-sudut kamar itu nyenyak menina bobokanmu
lalu ketika melamun pula kamu terlarut
dan jiwamu hilang
sedang para jin siap memburu di sekitarmu
menggantikan ruhmu yang berayun-ayun setengah hilang
dan sesungguhnya keadaankulah serupa itu dalam kedunguan
12 April 2009
1+03Zz
Bukanlah Gibran
aku tak akan pernah jadi gibran melegenda
aku juga bukan tukang pembual untuk sekedar berkata-kata
aku yang tak mengerti setiap kali tanganku berjalan untuk mengetikkan baris coretan kusam ini
bagitu juga makna dalam potongan rasa yang tertoreh
aku tak memilikinya...
karena aku hanya mengagumi akan keindahan bahasa
kerena aku sekedar terkesima oleh abjad-abjad nada
kerena segalanya begitu bermakna
walau ide kecil yang sengaja melintas
bukanlah kebetulan belaka
tapi pengakuan untuk tetap diresapi dipikirkan
aku menulis ketika jiwaku terlepas dari ragaku
karena aku hanya bermimpi
dan ketika sadar diri
aku bahkan terkejut untuk membaca kembali
apa sesungguhnya nyawa dalam helaan nafas yang menjalankan jemari tanganku
12 April 2009
1+02Zz
aku juga bukan tukang pembual untuk sekedar berkata-kata
aku yang tak mengerti setiap kali tanganku berjalan untuk mengetikkan baris coretan kusam ini
bagitu juga makna dalam potongan rasa yang tertoreh
aku tak memilikinya...
karena aku hanya mengagumi akan keindahan bahasa
kerena aku sekedar terkesima oleh abjad-abjad nada
kerena segalanya begitu bermakna
walau ide kecil yang sengaja melintas
bukanlah kebetulan belaka
tapi pengakuan untuk tetap diresapi dipikirkan
aku menulis ketika jiwaku terlepas dari ragaku
karena aku hanya bermimpi
dan ketika sadar diri
aku bahkan terkejut untuk membaca kembali
apa sesungguhnya nyawa dalam helaan nafas yang menjalankan jemari tanganku
12 April 2009
1+02Zz
MIRIS TERENGGUT
burung-burung kecil mengitari lembah
yang sejenak untuk berteduh
mengantarkan biji-biji bunga untuk dikawinkan
datanglah sekawanan elang di balik mega yang tengadah
berkepak lirih
tak terdengar suara sayap yang mengibas angin
mengintai burung kecil jadi mangsanya
hinggapi satu demi satu pohon mendekat
seperti maling hendak menebas
lantas satu diantara si kecil berfirasat
ada bayangan yang begitu peka untuk ia rasa
dengan cakramnya
menangkis bulu-bulu kecil berhamburan
tertekan jantung burung itu menciut
hingga sisa-sisa nafasnya berakhir terenggut
mata elang tajam lantas terbang menghilang
sedang di sudut batang teruntai
sekawanan lain terbelalak
miris dan denyutnya berdetak kencang
12 April 09
1+03Zz
yang sejenak untuk berteduh
mengantarkan biji-biji bunga untuk dikawinkan
datanglah sekawanan elang di balik mega yang tengadah
berkepak lirih
tak terdengar suara sayap yang mengibas angin
mengintai burung kecil jadi mangsanya
hinggapi satu demi satu pohon mendekat
seperti maling hendak menebas
lantas satu diantara si kecil berfirasat
ada bayangan yang begitu peka untuk ia rasa
dengan cakramnya
menangkis bulu-bulu kecil berhamburan
tertekan jantung burung itu menciut
hingga sisa-sisa nafasnya berakhir terenggut
mata elang tajam lantas terbang menghilang
sedang di sudut batang teruntai
sekawanan lain terbelalak
miris dan denyutnya berdetak kencang
12 April 09
1+03Zz
TERUSKAN DALAM PERHENTIAN
AKU COBA UNTUK MENERUSKAN KELETIHAN UNTUK MEMILIH
SESUNGGUHNYA PILIHAN YANG MANA AKU TAK PEDULI
SEKERAS BATU UNTUK COBA MENGERTI
SULIT RASANYA UNTUK DIPAHAMI
DAN LAYAKKAH AKU TERUS SENGSARA
KETIKA SEMUA ORANG BAHAGIA
DANGKAL SEKALI HATIKU UNTUK BISA MERASA
BETAPA PERAPIAN HATIKU TAK MENGHANGATKAN JIWA
DAN COBA MENGGEBU KUTERIAKKAN
PERGILAH...
TAPI TETAP SAJA BATU YANG KURLEMPAR AKAN KEMBALI
DIMANA BERPIJAK BETAPA AKU TERPELESAT DITENGAH GURUN
PASIRNYA MELUMURIKU DENGAN BUTIR-BUTIR HALUS
BENARKAH KAN ADA AIR DALAM OASE PASIR
SEDANG AKU TELAH MENCARI-CARINYA UNTUK BERBURU AIR
AKU BERHENTI DISINI
AKU TERPERANGKAP DIANTARA KEDUA BELENGGU TANGANKU
AKU TERKAPAR DISELIMUTI NYANYIAN HATIKU YANG PILU
DAN BERMIMPI TANPA ADA TANDA-TANDA AKU KAN TERJAGA LAGI
11 APRIL 2009
1+03Zz
SESUNGGUHNYA PILIHAN YANG MANA AKU TAK PEDULI
SEKERAS BATU UNTUK COBA MENGERTI
SULIT RASANYA UNTUK DIPAHAMI
DAN LAYAKKAH AKU TERUS SENGSARA
KETIKA SEMUA ORANG BAHAGIA
DANGKAL SEKALI HATIKU UNTUK BISA MERASA
BETAPA PERAPIAN HATIKU TAK MENGHANGATKAN JIWA
DAN COBA MENGGEBU KUTERIAKKAN
PERGILAH...
TAPI TETAP SAJA BATU YANG KURLEMPAR AKAN KEMBALI
DIMANA BERPIJAK BETAPA AKU TERPELESAT DITENGAH GURUN
PASIRNYA MELUMURIKU DENGAN BUTIR-BUTIR HALUS
BENARKAH KAN ADA AIR DALAM OASE PASIR
SEDANG AKU TELAH MENCARI-CARINYA UNTUK BERBURU AIR
AKU BERHENTI DISINI
AKU TERPERANGKAP DIANTARA KEDUA BELENGGU TANGANKU
AKU TERKAPAR DISELIMUTI NYANYIAN HATIKU YANG PILU
DAN BERMIMPI TANPA ADA TANDA-TANDA AKU KAN TERJAGA LAGI
11 APRIL 2009
1+03Zz
Jumat, 10 April 2009
BAWALAH KE ANGKASAMU
penuh warna membalas tatapannya
dikejauhan pun begitu indah
kucoba kejar sayapmu melemahkan
tapi aku tak sampai hati mendekap mungil tubuhmu
kubiarkan saja dia terbang untuk menghiburku
tapi janganlah keluar dari kamarku
yang sungguh aku tak ingin hiburan lain di sudut ini
warnamulah diantara mimpi-mimpi
yang aku inginkan terbanglah diantara mimpiku
ketika kutertidur
untuk sekejap jamahi hatiku
biarkanlah aku tak merasakan bahwa ternyata aku tak sadar
ajaklah aku kengkasamu
membumbung jauh lewati kepekatan hidup
untuk mencoba bahaw duniamu adalah surga
dalam kebun-kebun cinta
11 april 09
1+03Zz
dikejauhan pun begitu indah
kucoba kejar sayapmu melemahkan
tapi aku tak sampai hati mendekap mungil tubuhmu
kubiarkan saja dia terbang untuk menghiburku
tapi janganlah keluar dari kamarku
yang sungguh aku tak ingin hiburan lain di sudut ini
warnamulah diantara mimpi-mimpi
yang aku inginkan terbanglah diantara mimpiku
ketika kutertidur
untuk sekejap jamahi hatiku
biarkanlah aku tak merasakan bahwa ternyata aku tak sadar
ajaklah aku kengkasamu
membumbung jauh lewati kepekatan hidup
untuk mencoba bahaw duniamu adalah surga
dalam kebun-kebun cinta
11 april 09
1+03Zz
Tanpa Ikan Tanpa Kenyang
teluk kecil diseberang pulau itu
mengingatkanku akan ketulusan
seorang nelayan tua...yang menjala...ikan
ditepi beriak ia tebarkan jala...
dengan tangan kecilnya itu coba menarik kembali...
dengan sisa-sisa tenaganya semalam
yang telah habis dihabiskannya di tengah pantai terbuka
dan pagi itu tambahan untuk sesuap nasi
aku tapaki pasir yang satu-satu terjatuh ketika kakiku melangkah
mencoba mengambil jala nelayan itu
kumainkan disana seperti dia
dan kucoba...
dari pagi aku mainkan
tak satu ikan pun berhasil tertangkap hingga mentari tepat kepalaku
lalu aku pikirkan sejenak
andai pak tua nelayan itu sepertiku ini
maka dia tak akan makan untuk setengah hari...
dan coba aku renungi
betapa hidupnya tertatih
tanpa ikan tanpa kenyang
teluk itulah yang aku singgahi untuk belajar
dikejauhannya kurindukan
pak tua dengan jala ikannya
11 april 09
1+03Zz
mengingatkanku akan ketulusan
seorang nelayan tua...yang menjala...ikan
ditepi beriak ia tebarkan jala...
dengan tangan kecilnya itu coba menarik kembali...
dengan sisa-sisa tenaganya semalam
yang telah habis dihabiskannya di tengah pantai terbuka
dan pagi itu tambahan untuk sesuap nasi
aku tapaki pasir yang satu-satu terjatuh ketika kakiku melangkah
mencoba mengambil jala nelayan itu
kumainkan disana seperti dia
dan kucoba...
dari pagi aku mainkan
tak satu ikan pun berhasil tertangkap hingga mentari tepat kepalaku
lalu aku pikirkan sejenak
andai pak tua nelayan itu sepertiku ini
maka dia tak akan makan untuk setengah hari...
dan coba aku renungi
betapa hidupnya tertatih
tanpa ikan tanpa kenyang
teluk itulah yang aku singgahi untuk belajar
dikejauhannya kurindukan
pak tua dengan jala ikannya
11 april 09
1+03Zz
MELEBIHI HEMBUSAN ANGIN
suatu perjalanan yang mengasyikkan dalam hidup ini
ternyata tak sesederhana mengipaskan angin
dimana datang&pergi selalu ada
namun untuk berkali kali dipanggil kadang juga tak akan datang
ketika lelah bersandar di bawah pohon rindang
aku tak menemukan datangnya angin meniupkan dedaunan
bahkan aku terdiam sambil pikirku berkecamuk
betapa saat ini ingin rasanya mengguyur tubuh dengan kesegaran es
&ketika sebiji jagung keringat mulai menetes-netes
rasanya aku marah padanya
kenapa angin itu begitu susah untuk aku cari
tak lama kemudian aku pergi
berpindah ke sebuah tepian kolam ikan
disana tak ada pohon bahkan tak ada daun yang berserakan
tp aku memandang ikan itu bergerak putar-putar
&ketika aku berfantasi dengannya
takku rasakan lg sengatan siang itu
karena aku merasa berenang dalam kolam itu
& tak perlu memanggil angin lg untuk mengusap keringatku
karena rasa basah mengalir ke semua kulitku
&melebihi dr rasa dinginnya es yang terkadang juga sangat menyengat
04 april 09
1+03Zz
ternyata tak sesederhana mengipaskan angin
dimana datang&pergi selalu ada
namun untuk berkali kali dipanggil kadang juga tak akan datang
ketika lelah bersandar di bawah pohon rindang
aku tak menemukan datangnya angin meniupkan dedaunan
bahkan aku terdiam sambil pikirku berkecamuk
betapa saat ini ingin rasanya mengguyur tubuh dengan kesegaran es
&ketika sebiji jagung keringat mulai menetes-netes
rasanya aku marah padanya
kenapa angin itu begitu susah untuk aku cari
tak lama kemudian aku pergi
berpindah ke sebuah tepian kolam ikan
disana tak ada pohon bahkan tak ada daun yang berserakan
tp aku memandang ikan itu bergerak putar-putar
&ketika aku berfantasi dengannya
takku rasakan lg sengatan siang itu
karena aku merasa berenang dalam kolam itu
& tak perlu memanggil angin lg untuk mengusap keringatku
karena rasa basah mengalir ke semua kulitku
&melebihi dr rasa dinginnya es yang terkadang juga sangat menyengat
04 april 09
1+03Zz
Kamis, 09 April 2009
TEKA-TEKI
AKU TIBA PADA SUATU TITIK
KETIKA LENYAP DIKEHENINGAN
BULANLAH YANG DI ATAS KEPALA BERCAHAYA...
MENERUSKAN SINAR BINTANG DIKEJAUHANNYA
DETIKMU HINGGA BERADA DIAMBANG SUNYI
DITELAN KEHAUSAN AKAN SINAR
DAN KAU MENGAIS SISA PERIH...UNTUK MENGENANG
MALAM DALAM BINTANG SENDIRI KU TANYAKAN
UNTUK APAKAH DIRIKU...BERNAFAS
SEDANGKAN ARTI HIDUP LENYAP SUDAH
UNTUK APA AKU BERNYANYI
SEDANG KAU TAHU
BURUNG BERKICAU MELEDEKKU
DENGAN PARAU SUARANYA
KETIKA DIHANTUI CEMAS
SIAPA AKU BISA BERTARUNG MELAWANNYA
YANG BEGITU RAPUH...
DAN SEMUA ORANG BILANG
AKU RAPUH...
DAN KAU TAHU LAGI
WAKTU BERKHIANAT UNTUK MEMBAHAGIAKANKU
LALU SEDIKIT MERINGIS
AKU MENYADARI
AKULAH YANG TERBODOH
KAU KATAKAN HIDUP TEKA-TEKI
TAPI AKU TAK PERNAH BISA TUK MENYILANGKANNYA
MEMASUKKAN PADA KOTAK YANG MANA
DAN KEBENARAN PUN AKU TAK TAHU
KAU BISA MENGAJARIKU...
TAPI SAYANGNYA AKU TAK BEGITU SETUJU
AKU TAK INGIN MENEMUI SILANG-SILANGAN DALAM HIDUP INI
JADI AKU KATAKAN
AKU TAK MAU TEKA TEKI INI
09 MARET 09
1+03Zz
KETIKA LENYAP DIKEHENINGAN
BULANLAH YANG DI ATAS KEPALA BERCAHAYA...
MENERUSKAN SINAR BINTANG DIKEJAUHANNYA
DETIKMU HINGGA BERADA DIAMBANG SUNYI
DITELAN KEHAUSAN AKAN SINAR
DAN KAU MENGAIS SISA PERIH...UNTUK MENGENANG
MALAM DALAM BINTANG SENDIRI KU TANYAKAN
UNTUK APAKAH DIRIKU...BERNAFAS
SEDANGKAN ARTI HIDUP LENYAP SUDAH
UNTUK APA AKU BERNYANYI
SEDANG KAU TAHU
BURUNG BERKICAU MELEDEKKU
DENGAN PARAU SUARANYA
KETIKA DIHANTUI CEMAS
SIAPA AKU BISA BERTARUNG MELAWANNYA
YANG BEGITU RAPUH...
DAN SEMUA ORANG BILANG
AKU RAPUH...
DAN KAU TAHU LAGI
WAKTU BERKHIANAT UNTUK MEMBAHAGIAKANKU
LALU SEDIKIT MERINGIS
AKU MENYADARI
AKULAH YANG TERBODOH
KAU KATAKAN HIDUP TEKA-TEKI
TAPI AKU TAK PERNAH BISA TUK MENYILANGKANNYA
MEMASUKKAN PADA KOTAK YANG MANA
DAN KEBENARAN PUN AKU TAK TAHU
KAU BISA MENGAJARIKU...
TAPI SAYANGNYA AKU TAK BEGITU SETUJU
AKU TAK INGIN MENEMUI SILANG-SILANGAN DALAM HIDUP INI
JADI AKU KATAKAN
AKU TAK MAU TEKA TEKI INI
09 MARET 09
1+03Zz
Senin, 06 April 2009
ORBITALMU TAK TERSENTUH
sayupnya mata berarah kepadanya
lalu menelan rasa
aku terapung sesaat bisik meraja
mengapa persimpangannya begitu membentang
jika sengaja aku melompat diantaranya
mungkinkah kau siap menangkapnya
sengaja kukelilingimu dengan orbital-orbital cinta
khasanah hati kecilku meraba
tapi juakah kuhisap madunya
yang buatku tergila ditengah gunda
kuluapkan rasa tapi dipunggungnya saja
bukan aku persembahkan dengan nampan perak
yang aku sendiri malu dan bersembunyi
untuk mendengarmu berterimakasih
besarpun kebahagiaanku atasmu
hanya mengitari ditengah-tengah sepersekian bayang
seperti melihat bintang dengan teropong besar
jauh bukan...
sungguh kau jauh
apalagi menjamah hati yang terbalut kasih
tapi akan selalu kunanti karena indahmu
kupandang karena terangmu
dan coba kugenggam.....
tapi pasti luput menghilang
25 maret '09
1+03Zz
lalu menelan rasa
aku terapung sesaat bisik meraja
mengapa persimpangannya begitu membentang
jika sengaja aku melompat diantaranya
mungkinkah kau siap menangkapnya
sengaja kukelilingimu dengan orbital-orbital cinta
khasanah hati kecilku meraba
tapi juakah kuhisap madunya
yang buatku tergila ditengah gunda
kuluapkan rasa tapi dipunggungnya saja
bukan aku persembahkan dengan nampan perak
yang aku sendiri malu dan bersembunyi
untuk mendengarmu berterimakasih
besarpun kebahagiaanku atasmu
hanya mengitari ditengah-tengah sepersekian bayang
seperti melihat bintang dengan teropong besar
jauh bukan...
sungguh kau jauh
apalagi menjamah hati yang terbalut kasih
tapi akan selalu kunanti karena indahmu
kupandang karena terangmu
dan coba kugenggam.....
tapi pasti luput menghilang
25 maret '09
1+03Zz
ASANYA YANG HILANG
walau setengah tegar...menyambut kepulangannya
bukan berarti...air mata berhenti meretas...
tapi senyumannya yang tak sedikit mengembang
menjadikan gunda dalam perenungan
malam yang diselimuti kabut hati yang cela
pikirannya jua kembali terusik...
dimanakah terangnya jiwa...
yang terkasihpun luput dipandang...
oh besar sekali keluhnya...
oh,,,,datanglah
kembali seperti biasa
masihkah dirinya bersalah dimuka...
seunggyhnya kaulah yang tak mengerti...
inilah tumpuanmu selalu
dipundaknya kau eluh-eluhkan...
kenapa kau buang perasaannya
kenapa pula kau melepas genggaman jemarinya...
bukankah...dia adalah asa yang terpendam...
05 april 09
1+03Zz
bukan berarti...air mata berhenti meretas...
tapi senyumannya yang tak sedikit mengembang
menjadikan gunda dalam perenungan
malam yang diselimuti kabut hati yang cela
pikirannya jua kembali terusik...
dimanakah terangnya jiwa...
yang terkasihpun luput dipandang...
oh besar sekali keluhnya...
oh,,,,datanglah
kembali seperti biasa
masihkah dirinya bersalah dimuka...
seunggyhnya kaulah yang tak mengerti...
inilah tumpuanmu selalu
dipundaknya kau eluh-eluhkan...
kenapa kau buang perasaannya
kenapa pula kau melepas genggaman jemarinya...
bukankah...dia adalah asa yang terpendam...
05 april 09
1+03Zz
Langganan:
Komentar (Atom)
